Lihat! Fakta Nomor 2 Harus Diperhatikan dari 5 Fakta Penghentian Pengerjaan Tol BORR Seksi II B Ini - Bogor Channel

Sekilas Info

Post Top Ad

Post Top Ad

Friday, 23 February 2018

Lihat! Fakta Nomor 2 Harus Diperhatikan dari 5 Fakta Penghentian Pengerjaan Tol BORR Seksi II B Ini


General Manager Project Tol BORR Ali Affandi mengungkapkan penghentian pengerjaan Tol BORR seksi II B di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (21/01/2018).

Berikut ini lima fakta terkait penghentian pengerjaan Tol BORR seksi II B:

1. moratorium SK Tiga Menteri

Penghentian dilakukan setelah adanya moratorium SK Tiga Menteri dalam hal ini adalah Menteri PUPR.

“Sambil menunggu evaluasi menyeluruh oleh Kementrian PUPR yang akan dilakukan oleh Asosiasi Kontraktor Indonesia dibantu Konsultan Independent,” ujarnya kepada wartawan.

2. keenam box girder terpaksa dibiarkan menggantung

Berhati-hatilah saat melintasi Jalan Raya KH Sholeh Iskandar atau bilangan Solis, Kota Bogor
Enam buah beton erection box girder seberat masing-masing 40 ton, kini dalam posisi menggantung pada rangka Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi 2B.
Kondisi itu cukup membahayakan pengendara yang melintas di bawahnya.

3. pekerjaan minor di bagian bawah tol masih bisa dikerjakan

Menurut Hendro, sejumlah pekerjaan minor di bagian bawah tol masih bisa dikerjakan.
Sehingga, mereka yang sebelumnya mengerjakan di atas, bisa diperbantukan untuk pekerjaan-pekerjaan yang masih boleh dilakukan di bagian bawah.

”Kami masih mengerjakan yang minor, bukan pekerjaan besar. Rum off, rum on, pengecoran. Termasuk pemasangan rambu-rambu dan sebagainya,” terang Hendro.

4. menunggu tim audit KemenPUPR melakukan evaluasi di proyek

Sampai kapan penghentian proyek ini berakhir?
Penghentian sementara proyek BORR Seksi II B ini akan berakhir setelah evaluasi selesai dilakukan dan diterima dengan rekomendasi dari Komite Keselamatan Konstruksi untuk bisa atau tidak proyek dilanjutkan.

5. tol BORR rampung sebelum akhir Maret
Hendro mengaku optimistis Tol BORR rampung sebelum akhir Maret ini. Karena pada April mendatang, jalan layang sepanjang 2,65 kilometer itu harus sudah bisa dioperasikan.

”Sekarang pengerjaan sudah 98,6 persen. Proyek yang dikerjakan mulai dari P31 hingga P86 ini tinggal tersisa 50 meter,” ujarnya.

Ia memprediksi, pemberhentian sementara proyek ini tak akan lebih dari satu pekan. Sehingga, proyek tersebut bisa kembali dikebut.







Sumber : pojokjabar

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad