325 Kasus, 2 Orang Penderita DBD Meninggal Dunia - Bogor Channel

Sekilas Info

Post Top Ad

Post Top Ad

Saturday, 3 November 2018

325 Kasus, 2 Orang Penderita DBD Meninggal Dunia


Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman yang cukup mematikan bagi masyarakat Kabupaten Bogor karena beberapa penderitanya telah meninggal dunia.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melansir setiap tahunnya angka terjangkit virus yang disebabkan oleh nyamuk tersebut terus bertambah dan hingga semester pertama tahun ini dua orang penderitanya meninggal dunia.

"Pada tahun 2018 hingga bulan September kemarin kasus DBD sudah mencapai 325 kasus dengan 2 orang dinyatakan meninggal dunia," ujar Kepala Dinas Kabupaten Bogor Tri Wahyu Harini kepada wartawan, Kamis (1/11).

Dia menerangkan meski sempat mengalami penurunan dari tahun 2016 ke 2017 yaitu 276 kasus dan 1 orang penderitanya meninggal dunia, namun angka terjangkitnya virus DBD di Kabupaten Bogor pada tahun 2018 ini kembali mengalami peningkatan.

“Karena angka penderita DBD dan dampak kematiaannya meningkat kami mengimbau saat proses transisi cuaca dari kemarau ke hujan seperti ini masyarakat harus mewaspadai penyebaran penyakit DBD,” terang mantan Dirut RSUD Cibinong ini.

Tri menjelaskan melalui petugas Puskesmas dan kader kesehatan yang ada di wilayah, Dinas Kesehatan terus mensosialisasikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Selain PHBS, kami juga mensosialisasikan program Menguras, Menutup dan Mengubur kaleng atau wadah yang bisa menampung air (3M)," jelas Tri.

Menurut data Dinas Kesehatan, kecamatan yang menjadi endemik DBD adalah Cileungsi, Cibinong, Gunungputri, Bojonggede, Sukaraja, Citeureup, Jonggol, Ciomas, Ciampea, Klapanunggal, Ranca Bungur, Leuwilliang, dan Tajur Halang.

“Meski begitu, bukan berarti masyarakat di kecamatan lainnya aman dari penyebaran penyakit DBD, oleh karenanya pola hidup sehat dan bersih tetap harus dilakukan,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Program Penanggulangan DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Ade Kurniawan memaparkan penanganan DBD dengan aksi pengasapan atau fogging merupakan langkah terakhir jika di suatu kecamatan sudah masuk dalam status membahayakan.

Dirinya pun menganjukan agar masyarakat tetap melakukan langkah preventif guna mencegah penyebaran jentik nyamuk seperti 3M dan PHBS demi pemberantasan sarang nyamuk.

Sumber : Inilahkoran.com

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad